DASAR-DASAR
KEAMANAN SISTEM INFORMASI
DOSEN PENGAMPU NUZUL IMAM FADLILAH,S.T, M.Kom
DOSEN PENGAMPU NUZUL IMAM FADLILAH,S.T, M.Kom
Menurut G. J. Simons, keamanan
informasi adalah bagaimana kita dapat mencegah penipuan (cheating) atau, paling
tidak, mendeteksi adanya penipuan di sebuah sistem yang berbasis informasi,
dimana informasinya sendiri tidak memiliki arti fisik.
Dalam mengamankan data terdapat 2
cara, yaitu Steganography & Cryptography.
1.
Steganography
Steganography
adalah seni dan ilmu menulis pesan tersembunyi atau menyembunyikan pesan dengan
suatu cara sehingga selain si pengirim dan si penerima, tidak ada seorangpun
yang mengetahui atau menyadari bahwa ada suatu pesan rahasia.
Contohnya: Aku
senang sama sikap kamu seperti Menyayangi, Optimis, Nekat, Yakin, Elastis dan
Tekun. Jadi, kalau disingkat, kamu seperti M.O.N.Y.E.T. Steganografinya adalah
MONYET.
Berikut ini adalah istilah-istilah dalam steganography :
1. Least Significant Bit
Insertion (LSB). Metoda yang digunakan untuk menyembunyikanpesan pada media digital
tersebut berbeda-beda. Contohnya, pada berkas image pesan dapat disembunyikan
dengan menggunakan cara menyisipkannya pada bit rendah atau bit yang paling
kanan (LSB) pada data pixel yang menyusun file tersebut. Pada berkas bitmap 24
bit, setiap pixel (titik) pada gambar tersebut terdiri dari susunan tiga warna
merah, hijau dan biru (RGB) yang masing-masing disusun oleh bilangan 8 bit
(byte) dari 0 sampai 255 atau dengan format biner 00000000 sampai 11111111.
Dengan demikian, pada setiap pixel berkas bitmap 24 bit kita dapat menyisipkan
3 bit data. Kekurangan dari LSB Insertion: Dapat diambil kesimpulan dari contoh
8 bit pixel, menggunakan LSB Insertion dapat secara drastis mengubah unsur
pokok warna dari pixel. Ini dapat menunjukkan perbedaan yang nyata dari cover
image menjadi stego image, sehingga tanda tersebut menunjukkan keadaan dari
steganografi. Variasi warna kurang jelas dengan 24 bit image, bagaimanapun file
tersebut sangatlah besar. Antara 8 bit dan 24 bit image mudah diserang dalam
pemrosesan image, seperti cropping (kegagalan) dan compression (pemampatan).
Keuntungan dari LSB Insertion : Keuntungan yang paling besar dari algoritma LSB
ini adalah cepat dan mudah. Dan juga algoritma tersebut memiliki software
steganografi yang mendukung dengan bekerja di antara unsur pokok warna
LSB melalui manipulasi pallete (lukisan).
2. Algorithms and Transformation
Algoritma compression adalah metode steganografi dengan menyembunyikan data dalam fungsi
matematika. Dua fungsi tersebut adalah Discrete Cosine Transformation (DCT) dan
Wavelet Transformation. Fungsi DCT dan Wavelet yaitu mentransformasi data dari
satu tempat (domain) ke tempat (domain) yang lain. Fungsi DCT yaitu
mentransformasi data dari tempat spatial (spatial domain) ke tempat frekuensi
(frequency domain).
3. Redundant Pattern
Encoding. Redundant Pattern Encoding adalah menggambar pesan kecil pada kebanyakan
gambar. Keuntungan dari metode ini adalah dapat bertahan dari cropping
(kegagalan). Kerugiannya yaitu tidak dapat menggambar pesan yang lebih besar.
4. Spread Spectrum method. Spread Spectrum
steganografi terpencar-pencar sebagai pesan yang diacak (encrypted) melalui
gambar (tidak seperti dalam LSB). Untuk membaca suatu pesan, penerima
memerlukan algoritma yaitu crypto-key dan stego-key. Metode ini juga masih
mudah diserang yaitu penghancuran atau pengrusakan dari kompresi dan proses
image (gambar)
2. Cryptography
Cryptography
adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan, dan dilakukan oleh
cryptographer. Cryptanalysis adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking)
ciphertext dan orang yang melakukannya disebut cryptanalyst.
Contohnya:
a. Algoritma Simetris
Algoritma simetris atau disebut
juga algoritma Kriptografi konvensional adalah algoritma yang menggunakan kunci
yang sama untuk proses enkripsi dan proses dekripsi. Algoritma Kriptografi
simetris dibagi menjadi 2 kategori yaitu algoritma aliran (Stream Ciphers) dan
algoritma blok (Block Ciphers). Pada algoritma aliran, proses penyandiannya
berorientasi pada satu bit atau satu byte data. Sedang pada algoritma blok,
proses penyandiannya berorientasi pada sekumpulan bit atau byte data (per
blok). Contoh algoritma kunci simetris adalah DES (Data Encryption Standard),
blowfish, twofish, MARS, IDEA, 3DES (DES diaplikasikan 3 kali), AES (Advanced
Encryption Standard) yang bernama asli Rijndael.
b. Algoritma Asimetris
Kriptografi asimetrik (asymmetric
cryptography) adalah algoritma yang menggunakan kunci yang berbeda untuk proses
enkripsi dan dekripsi. Kunci enkripsi dapat disebarkan kepada umum dan
dinamakan sebagai kunci publik (public key) sedangkan kunci dekripsi disimpan
untuk digunakan sendiri dan dinamakan sebagai kunci pribadi (private key). Oleh
karena itulah, Kriptografi ini dikenal pula dengan nama Kriptografi kunci
publik (public key cryptography). Contoh algoritma terkenal yang menggunakan
kunci asimetris adalah RSA (Riverst Shamir Adleman) dan ECC (Elliptic Curve
Cryptography).
Pada kriptosistem asimetrik,
setiap pelaku sistem informasi memiliki sepasang kunci, yaitu kunci publik dan
kunci pribadi. Kunci publik didistribusikan kepada umum, sedangkan kunci pribadi
disimpan untuk diri sendiri.
c. Algoritma Hibrid
Sistem ini mengggabungkan chiper
simetrik dan asimetrik. Proses ini dimulai dengan negosiasi menggunakan chiper
asimetrik dimana kedua belah pihak setuju dengan private key/session key yang
akan dipakai. Kemudian session key digunakan dengan teknik chiper simetrik
untuk mengenkripsi conversation ataupun tukar-menukar data selanjutnya. Suatu
session key hanya dipakai sekali sesi. Untuk sesi selanjutnya session key harus
dibuat kembali.



